BATCHING PLANT

Engineering untuk
setiap tahap plant.

Dari pembuatan, bongkar pasang, relokasi hingga electrical installation, JMF, testing dan commissioning.

Scroll untuk melihat
BATCHING PLANT
01PLANT ENGINEERING

Dari equipment
hingga siap berproduksi.

ENGINEERING

Batching plant bukan hanya kumpulan equipment yang berdiri dalam satu area. Setiap sistem harus terhubung melalui material flow, mechanical installation, electrical system dan control.

Baja Mandiri menangani pekerjaan dari tahap persiapan, installation, refurbishment, relocation hingga testing dan commissioning sesuai kebutuhan aktual proyek.

Untuk kebutuhan produksi beton, kami juga menyediakan jasa pembuatan Job Mix Formula (JMF) atau mix design beton sebagai bagian dari persiapan recipe produksi.

01

Satu plant bekerja sebagai satu sistem terintegrasi — dari mix design hingga produksi.

Satu plant.
Banyak pekerjaan.

Dari fabrication dan installation hingga refurbishment, relocation, JMF, testing dan commissioning.

SCROLL→
Pembuatan Batching Plant
01
BATCHING PLANT

Pembuatan Batching Plant

Perencanaan dan pembangunan batching plant dari kebutuhan awal hingga sistem siap digunakan. Scope dapat mencakup layout, struktur, equipment, mechanical installation, electrical dan commissioning.

Plant disusun berdasarkan kapasitas produksi, konfigurasi equipment, alur material dan kondisi aktual lokasi.

PLANNINGFABRICATIONINSTALLATION
↗
Bongkar Pasang Batching Plant
02
BATCHING PLANT

Bongkar Pasang Batching Plant

Pekerjaan pembongkaran dilakukan secara terencana mulai dari identifikasi equipment, marking, dismantling, handling hingga proses erection dan pemasangan kembali.

Setiap komponen perlu dikembalikan pada posisi dan alignment yang tepat sebelum masuk tahap testing.

DISMANTLINGERECTIONALIGNMENT
↗
Relokasi Batching Plant
03
BATCHING PLANT

Relokasi Batching Plant

Relokasi batching plant dari satu lokasi ke lokasi lain dengan perencanaan pekerjaan, pemindahan equipment, persiapan lokasi dan reassembly.

Urutan pekerjaan disusun agar proses pemindahan, pemasangan kembali dan recommissioning dapat berjalan secara terkontrol.

SITE SURVEYRELOCATIONREASSEMBLY
↗
Refurbishment
04
BATCHING PLANT

Refurbishment

Pemeriksaan dan perbaikan equipment yang mengalami wear, kerusakan atau penurunan performa sebelum kembali digunakan dalam operasi.

Scope dapat mencakup mechanical component, conveyor, mixer, gate, weighing system, electrical panel dan bagian pendukung lainnya sesuai kondisi aktual.

INSPECTIONREPAIRUPGRADE
↗
Electrical Installation
05
BATCHING PLANT

Electrical Installation

Instalasi electrical untuk menghubungkan power, control dan instrumentation equipment agar seluruh sistem plant dapat beroperasi secara terintegrasi.

Pekerjaan dapat meliputi panel, cable routing, termination, sensor connection, grounding dan interlock sesuai konfigurasi plant.

POWERCONTROLINSTRUMENTATION
↗
Testing & Commissioning
06
BATCHING PLANT

Testing & Commissioning

Testing dilakukan untuk memastikan mechanical, electrical dan control system bekerja sesuai fungsi sebelum plant masuk ke tahap produksi.

Tahapan dapat mencakup inspection, no-load test, checking sensor, calibration, interlock test, trial operation dan adjustment.

TESTINGCALIBRATIONCOMMISSIONING
↗
Jasa Pembuatan Job Mix Formula (JMF)
07
BATCHING PLANT

Jasa Pembuatan Job Mix Formula (JMF)

Pembuatan Job Mix Formula (JMF) atau mix design beton untuk menentukan proporsi material yang dibutuhkan berdasarkan target mutu dan kebutuhan pekerjaan.

Scope dapat mencakup data material, proporsi campuran, trial mix, evaluasi workability, pengujian kuat tekan, adjustment hingga final mix design sebagai acuan produksi.

MIX DESIGNTRIAL MIXFINAL JMF
↗

Komponen yang
bekerja sebagai satu
sistem.

SILO
AGGREGATE
CONVEYOR
MIXER
CONTROL
01

Aggregate Bins

Area penyimpanan dan feeding untuk agregat seperti pasir dan batu dengan kompartemen sesuai kebutuhan material.

↗
02

Aggregate Weighing

Sistem penimbangan agregat menggunakan weighing equipment untuk memastikan material masuk sesuai recipe yang dipilih.

↗
03

Conveyor System

Memindahkan agregat dari area feeding menuju proses berikutnya dengan alur material yang terkontrol.

↗
04

Cement Silo

Menyimpan material cementitious secara bulk dan menjadi sumber material menuju sistem weighing melalui screw conveyor.

↗
05

Water & Admixture

Sistem penyimpanan, dosing dan delivery untuk air serta admixture sesuai kebutuhan mix design dan konfigurasi plant.

↗
06

Mixer

Tempat seluruh material dicampurkan untuk menghasilkan campuran yang homogen sesuai waktu dan sequence yang ditentukan.

↗
07

Control System

Mengatur recipe, sequence batching, weighing, mixing, monitoring dan berbagai interlock operasional plant.

↗
08

Supporting System

Mencakup pneumatic, electrical, structural, access platform dan sistem pendukung lain yang membuat plant dapat beroperasi sebagai satu sistem.

↗

Mix design yang
diterjemahkan
ke produksi.

JMF bukan sekadar menentukan angka proporsi material. Formula harus dapat diterapkan secara nyata pada proses batching dan produksi beton di lapangan.

01

Data Material

Pengumpulan data material yang digunakan dalam campuran, termasuk karakteristik agregat, cementitious material, air dan admixture.

02

Target Beton

Penentuan target mutu, workability dan kebutuhan penggunaan beton berdasarkan spesifikasi pekerjaan.

03

Mix Proportioning

Penyusunan proporsi masing-masing material untuk memperoleh komposisi campuran yang sesuai target.

04

Trial Mix

Pembuatan campuran percobaan untuk melihat karakteristik campuran sebelum digunakan sebagai acuan produksi.

05

Evaluation

Evaluasi slump atau workability, hasil pengujian dan kebutuhan adjustment terhadap campuran.

06

Final JMF

Finalisasi proporsi material dan dokumentasi formula sebagai acuan recipe pada proses batching.

JMF → BATCHING → PRODUCTION

Hasil mix design menjadi dasar penentuan recipe dan proporsi material yang kemudian diterapkan pada sistem weighing dan batching plant.

Dari material
hingga final recipe.

01MATERIAL

Material characterization

Data material seperti agregat, cementitious material, air dan admixture menjadi dasar penyusunan proporsi campuran.

→
02MIX DESIGN

Mix proportioning

Proporsi setiap material disusun berdasarkan target mutu beton, workability dan kebutuhan penggunaan.

→
03TRIAL MIX

Trial mix

Campuran percobaan dibuat untuk mengevaluasi karakteristik campuran sebelum digunakan sebagai acuan produksi.

→
04EVALUATION

Slump & strength

Workability dan hasil pengujian beton dievaluasi untuk melihat apakah campuran telah memenuhi target yang ditetapkan.

→
05ADJUSTMENT

Mix adjustment

Proporsi campuran dapat disesuaikan berdasarkan hasil trial dan evaluasi sampai diperoleh komposisi yang sesuai.

→
06FINAL JMF

Production reference

Final JMF menjadi acuan proporsi material dan recipe yang dapat diterjemahkan ke sistem weighing dan batching plant.

Setiap bagian plant harus terhubung secara mechanical, electrical dan operational sebelum masuk ke tahap produksi.

Tidak berhenti
di installation.

01

Mechanical

Erection structure, installation equipment, alignment, conveyor, silo, mixer, gate dan mechanical connection.

02

Electrical

Power distribution, panel installation, cable routing, termination, motor connection dan grounding.

03

Instrumentation

Load cell, sensor, actuator, weighing system dan signal connection yang mendukung proses batching.

04

Control

Integrasi panel, PLC/control system, sequence operation, interlock dan parameter produksi.

05

JMF Integration

Menerjemahkan hasil mix design dan final JMF menjadi recipe produksi yang dapat digunakan sebagai acuan sistem batching.

Beberapa titik
menentukan
performa plant.

01

Weighing Accuracy

Kesalahan pada sistem weighing dapat mempengaruhi proporsi material dan konsistensi setiap batch.

02

Material Flow

Aliran agregat, cementitious material dan material lain harus berjalan lancar untuk menjaga sequence batching.

03

Mechanical Alignment

Equipment, conveyor dan struktur harus berada pada posisi dan alignment yang sesuai agar sistem dapat bekerja stabil.

04

Mix Design

JMF harus diterjemahkan dengan benar ke dalam proporsi material dan recipe batching agar hasil produksi mengikuti acuan campuran.

05

Control & Commissioning

Control sequence, interlock dan commissioning memastikan sistem plant siap menjalankan recipe secara terintegrasi.

Dari site survey
hingga final recipe.

01

Site & Equipment

Review kondisi equipment, layout, akses kerja dan kebutuhan pekerjaan sebelum installation dimulai.

02

Mechanical & Electrical

Integrasi mechanical, electrical dan instrumentation agar seluruh equipment dapat bekerja sebagai satu sistem.

03

JMF & Production

Penyusunan JMF, trial mix, adjustment dan penerjemahan final mix design menjadi recipe untuk kebutuhan batching.

04

Testing & Commissioning

Pemeriksaan, testing, adjustment dan trial operation sebelum plant masuk ke operasi produksi.

Punya batching plant
untuk dikerjakan?

Ceritakan kebutuhan proyek, kondisi plant, target mutu beton dan scope pekerjaan yang sedang dipersiapkan.

Konsultasikan proyek ↗